Monday, December 21, 2009

Tea Time For Communication (Mari Bicara part 1)



Pasti anda semua pernah melihat iklan teh Sariwangi 'Mari Ngeteh, mari Bicara' dalam beberapa versi. Ide iklan ini menurut saya bagus sekali karena mengangkat satu fondasi yang maha penting untuk kelanggengan hubungan suami istri yaitu bicara atau ngobrol (komunikasi). Dari berbagai buku/tips yang ditulis oleh pakar pernikahan yang kita baca, selalu disebutkan komunikasi memainkan peran yang sangat penting dalam hubungan suami istri. Komunikasi yang baik diantara suami istri menghasilkan kehidupan perkawinan yang sehat, harmonis dan bahagia.

Sekarang yang menjadi pertanyaan bagaimana cara untuk bisa berkomunikasi suami istri secara baik. Nah, dalam 2 versi iklan Sariwangi tadi diperlihatkan bagaimana mudahnya miskomunikasi terjadi yang mengakibatkan adanya kesalahpahaman di antara suami istri. Namun, dengan media teh 'Sariwangi' hangat yang disodorkan sang istri kepada suaminya, si istri berusaha untuk memperbaiki keadaan itu dengan memulai bicara secara baik-baik dan lembut...dan si suamipun bisa menerima kasih sayang istrinya tersebut dan menyadari kekeliruannya.

Pesan yang ditangkap dari iklan tadi, teh (atau kopi..red), bisa dipakai sebagai media untuk memulai komunikasi yang baik di antara suami istri. Kehangatan teh/kopi yang diminum berdua suami istri dibarengi dengan obrolan hangat dan kasih sayang diantara mereka pastinya akan menghasilkan kehidupan keluarga yang harmonis. Tea or coffe time (waktu nge-teh/ngopi) adalah waktu untuk mengawali pembicaraan/obrolan antara suami dan istri. Jadi bukan cara/enaknya membuat teh/kopinya, tapi justru kehangatan istri menawarkan teh/kopi kepada sang suami serta mulai dibukanya bicara/ngobrol itulah yang menjadi kunci dalam kehangatan kehidupan perkawinan mereka. Dengan tea/coffe time mereka berusaha mencari 'titik temu' atau solusi dari berbagai masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan ini.

Kita semua menyadari bahwa seringkali sebuah perkawinan mendapat masalah akibat adanya kesalahpahaman diantara suami istri. Dan seringkali pula masalahnya sangat sepele. Bahkan tidak jarang yang awalnya hanya kesalahpahaman berujung kepada perceraian yang sungguh sangat disayangkan. Seandainya saja mereka mau membicarakannya dengan tenang dan kepala dingin serta dibantu dengan tea/coffe time (misalnya), pasti hal itu tidak akan terjadi. Karena sebesar apapun tingkat kesalahpahamannya, pasti ada solusinya kalau saja mau dibicarakan. Jika ada kemauan, tidaklah sulit bagi suami/istri untuk membuka obrolan dan membahas suatu kesalahpahaman demi keutuhan keluarga yang telah mereka bina selama ini. Terlebih lagi bila masih ada perasaan kasih sayang yang besar diantara mereka, Insya Allah 'solusi' akan didapat segera.

Kesimpulan, dari masalah 'sepele' sampai yang 'pelik' sekalipun pasti akan didapat 'jalan keluar' apabila masalah itu mau dibahas atau dibicarakan oleh pasangan suami istri secara baik-baik dan hangat, seperti contoh kecil dan konkrit dari iklan Sariwangi tersebut.

2 comments:

Oktama said...
This comment has been removed by the author.
Forestiano said...

I lost my tea..., But, it's okay and thank's a lot.